Dua minggu lalu, saya mudik.
Mudik bagi perantauan macam saya, itu seperti merecharge semangat baru, menghilangkan kepenatan dengan rutinitas untuk sekedar mengikuti arus kota solo yang pelan tapi menghanyutkan, halaaaah.
Setiap kali pulang kampung dan menggunakan kereta api, alat transportasi yang masih menjadi favorit saya hingga saat ini, itu artinya saya harus berangkat dari stasiun. Stasiun Gambir, di tengah jakarta yang hiruk pikuk meskipun tidak sepadat jika lebaran tiba. Satu hal yang menggelitik, membuat saya bolak-balik harus berterima kasih pada kehadiran mereka, yang mengajarkan banyak hal bagi saya. Yaa ... mereka itu porter, pengangkut barang, kuli, atau semacam tukang panggul. Sebagian dari mereka, sudah terlalu sepuh untuk berlarian mengejar kereta yang masih setengah berlari menuju tempat berhenti. Karena waktu menentukan banyaknya kemungkinan untuk mendapat pelanggan, suatu resiko besar yang sangat miris dibandingkan dengan upah yang hanya berkisar 5000 – 20000 rupiah. Belum lagi sikap beberapa penumpang yang terkadang memperlakukan agak tidak sopan, barang-barang berat yang bergelayutan di kedua tangan, dan kedua kaki renta yang berkejaran di bawah sorot mata Tuan besar yang menanti tergesa. Miris, iya miris saya, persaingan semakin ketat karena tak setiap penumpang memerlukan jasa mereka, design tas semakin canggih dan memudahkan traveler untuk mengemas barang-barang mereka. Aaaah saya tahu, Tuhan pasti akan selalu memberi rizki bagi hamba-Nya, pasti itu, dan semoga mereka mendapat kemudahan dan keberkahan amin.
Sesampainya di solo, tentu saja berbeda dengan jakarta, pasti itu, dari makanan, kondisi jalan, ritme hidup yang agak sedikit lamban dibanding Jakarta, pun begitu toh saya mencintai keduanya. Banyak hal yang saya rindukan di kota kecil dengan banyak sekali perempatan itu, ada keempat orangtua saya, kakak dan adik saya, saudara-saudara saya, sawah yang walaupun sekarang agak sedikit kurang menghijau karena harus berjuang melawan hama, kali kecil dan belukar di dekat rumah, beberapa ekor bebek dan ayam, burung perkutut yang masih saja heboh setiap kali mendengar deru mobil masuk ke pelataran rumah saya.
Kepulangan saya kali ini lumayan panjang, ijin cuti yang mendadak harus saya tambah karena suatu hal, meskipun di solo saya tidak bisa banyak pergi karena harus istirahat, memulihkan kondisi saya agar lebih baik.
Kepulangan saya juga pas banget dengan hari kelahiran saya, aah sebenarnya semenjak dulu keluarga saya dan saya tidak begitu mengistimewakan hari ulang tahun. Ibu saya bahkan berpesan, setiap hari itu datang berarti kesempatan kita untuk intropeksi, untuk melihat setahun kebelakang apa yang telah kita lakukan dan berdoa semoga masih diberi kesempatan lagi untuk kedepan agar bisa terus memperbaiki diri. Tanpa tiup lilin tanpa kue tart, hidangan makan malam yang biasanya lebih istimewa meski hanya berupa seekor ayam atau masakan lain yang jarang kami nikmati di hari-hari lain, sudah lebih dari cukup untuk saya dan anak-anak ibu. Tapi tahun ini, saya mendapat kejutan. Setibanya di rumah, suami memberikan saya kue tart coklat sederhana tapi manis, iya saya terharu, suami saya memang bukan tipe suami yang romantis, bahkan ketika dipaksakan romantis pun jatuhnya jadi garing :o

kue tart dari ayah :k

another gift from ayah :D
Entahlah, saya merasa februari tahun ini sangat istimewa. Banyak hal yang saya mulai jalani di bulan ini. Satu persatu mimpi saya mulai terwujud, belum semuanya memang, dan saya masih terus berusaha agar semua mimpi saya terwujud. Allah sudah begitu baik memberikan semua kemudahan untuk hidup saya di dunia, dan sekarang saya sedang berjuang untuk semakin dekat dengan Allah, dan semoga Allah memberi kemudahan saya dan keluarga saya di akhirat kelak.
Terimakasih ya Allah atas semuanya, atas segala kemudahan dan rahmat yang dengan cuma-cuma telah Kau berikan terus menerus kepada kami, dan aku masih saja terus memohon kepada-Mu, titipkanlah kepadaku lagi seorang anak yang sehat, cinta dan takut kepada-Mu hanya kepada-Mu. Tak masalah lelaki atau perempuan, tak masalah rambutnya keriting atau lurus, hanya saja berikan aku kesempatan untuk mengasuhnya hingga dia tumbuh dan dewasa.
Kaulah sebaik-baiknya pemberi keturunan, amin :y
Lama tidak berkunjung dirumah ini, Have a blessed day all :D



Comments (7)

On March 1, 2011 at 5:18 AM , rinibee said...

saya komen.. :D



saya pasti ahaayyy.. :D

 
On March 1, 2011 at 5:21 AM , rinibee said...

Selamat ulang tahun.. semoga mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT...

dan sekali lagi...

fotonya UHUUUYYYY... :D

 
On March 2, 2011 at 5:28 PM , Bintang said...

Yuyuk...selamat ulang tahun yaaa...*bener kan Yuyuk ultah*, semoga semua harapan dan impian itu didekatkan kehadirannya oleh Allah.
Amin.

 
On March 2, 2011 at 5:29 PM , Bintang said...

Saya juga selalu miris kalau melihat porter di stasiun kereta api, tapi kita memang harus yakin, bahwa setiap manusia itu akan diberi rezeki yang pantas oleh Allah...
:)

 
On March 2, 2011 at 5:30 PM , Bintang said...

Ahaaayyy...mudik ke Solo ternyata...hehe, saya suka banget timlo Solo dan nasi liwet yang dijual disana...uuueenaak tenan...!
:D

 
On March 14, 2011 at 11:55 PM , bernadusnana said...

wah dapet notebook :) makin keseringan bikin tulisan2 menarik nih... hehehhee

salam,
bernadusnana

 
On March 17, 2011 at 8:29 AM , pojokpradna said...

komen pertama di sini...karena iming2 dibilang keren :D

selamat...selamat..dan amiin...amiin (worship)