Mungkin  reaksi saya terbilang agak telat, atau bahkan telat sekali, sebenarnya saya tidak terlalu perduli .. toh sinetron ini masih saja berkeliaran di jam-jam yang seharusnya saya menonton hiburan yang menarik untuk melepaskan penat di kantor dan mengiringi mata saya berangkat tidur.

Hal pertama yang saya syukuri adalah, mbak yang bertugas menemani saya di rumah sama sekali tidak menyukai sinetron ini, sepanjang pengetahuan saya, dia hanya menonton satu kali saja, karena penasaran dengan si mbak tetangga sebelah rumah yang sudah kecanduan dengan sinetron ini.

Jujur, saya belum pernah menghabiskan waktu saya untuk menonton sinetron ini hingga tamat satu episode penanyangan, baru beberapa menit saya mengikuti alur ceritanya, yang ada malah mual sendiri melihat kebetulan – kebetulan yang sangat dipaksakan pada adegan – adegan tertentu untuk memperpanjang cerita. Taruhlah ketika dua tokoh yang seharusnya bertemu, bahkan mereka sudah saling bersinggungan terlalu dekat pun pertemuan itu tidak terjadi karena kalau terjadi berarti sinetron akan berkurang banyak episodenya atau bahkan mungkin tamat? 

Sebenarnya Putri Yang Ditukar pun bukanlah satu-satunya dosa sinetron yang pernah ada di ranah pertelevisian Indonesia, Putri Yang Ditukar adalah jamaah pengikut Cinta Fitri atau bahkan Tersanjung yang lebih dulu eksis di jamannya. Yang saya herankan adalah mengapa hal ini terus berulang dan hanya berganti kemasan dan pemain tapi dengan alur dan isi yang kurang lebih sama. 

Pernah dalam suatu perjalanan, saya dan suami saya berbincang ringan tentang si Putri ini, bagaimana awal mula nasibnya hingga terseok-seok dalam episode penukaran yang tiada akhir. Suami saya dengan sangat antusias mengatakan bahwa ini merupakan salah satu pembodohan masyarakat yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan, entah ini pendapat murni karena dia memang tidak suka dengan kualitas sinetron itu atau mungkin juga ungkapan kekesalan karena beberapa acara olahraga yang dulu kerap bersliweran di RCTI mendadak lenyap dan berganti dengan durasi panjang sang putri yang terlihat jarang hidup bahagia ini. Bahkan dengan ketus dia melontarkan sebuah pertanyaan yang lebih mirip tuduhan, “itu artisnya apa ndak malu to main sinetron yang ndak mutu begitu?” rutuknya sambil terus melemparkan pandangan ke jalan karena dia sedang menyetir. 
Reaksi pertama saya saat itu adalah ngakak, selanjutnya saya jawab “Duitnya banyak, nutupin malu yang nggak seberapa.”

Sudahlah, kalau saya membeberkan satu persatu yang harus dipreteli dari sinetron ini, rasa-rasanya akan membuat halaman blog saya nambah berpuluh-puluh lembar *emangnya buku tulis*. Memang, untuk menjadi konsumen ataupun penonton tayangan Televisi, kita sendiri yang harus punya kriteria apakah worth untuk menghabiskan beberapa jam menonton adegan sinetron yang tokohnya bolak-balik terkena amnesia dan adegan percintaan yang mbuletnya tiada tara, atau lebih pintar untuk memanfaatkan waktu dengan memilah mana yang perlu ditonton dan mana yang tidak. Dan mengapa Putri Yang Ditukar ini masih mempunyai rating tinggi dengan jumlah penonton yang banyak ? tanyakan saja pada rumput yang bergoyang di depan meja pak Leo Sutanto.

Dan yang bisa saya lakukan sekarang, hanya sekedar memintal harapan untuk menggerus waktu, menunggu Putri Yang Ditukar ini ditukar guling dengan tayangan yang lebih bermutu.
Demikian,

***
Rest in Fin
Putri yang ditukar
20 september 2010 – detik ini juga (my wish) 
*** 

gambar dari google.com

Comments (12)

On March 23, 2011 at 2:55 AM , keblug said...

kemarin ada yg bikin status di FB, putri yang ditukar tambah. Eh ini putri yang ditukar guling...hahahaha...
Sepertinya bener2 masyarakat ini udah eneg yaa. Tapi herannya kok bisa sinetron yg ngulang2 adegan, orang kaya nyari anak, amnesia, operasi wajah, dsb, dapet rating tinggi? terus2an diperpanjang lagi!

Aah pasti ini konspirasi!
*tuh jadi ikut nyinetron kan gw. alias lebay! :D

 
On March 23, 2011 at 5:17 AM , Bintang said...

Saya juga nggak pernah nonton sinetron ini lebih dari 1 menit, hehe, kalo kebetulan kepencet biasanya cepet-cepet dipindahin lagi channel-nya...

Heran juga masih banyak yang nonton *terbukti masih ditayangkan terus*, atau memang banyak orang yang senang melihat sesuatu yang serba kebetulan ya?

Atau menyaksikan tatapan sedih yang memelas?
Tatapan heran yang kosong?
Atau malah tatapan benci setengah mati?
*Arrrghhh...*
:(

Yuyuk...halow, apa kabar nih?

 
On March 24, 2011 at 1:55 AM , melly said...

jgn kan nonton lihat sekilas aja males mba..
aneh gitu sinetronnya.
udah boseeeen bgt ngeliat iklannya.
belum lagi, klo setiap buka channel RCTI malam hari, dari magrib kok nih sinetr masih aja yah sampe jam 11 malem?
oh em ji ? yg nonton itu kalong apa manusia?
kasian org2 yg di Indonesia Timur sana..hahaha

inilah kenapa karya bangsa kita gak dihargai sama rakyatnya sendiri. lah wong ngebosenin. coba contoh drama korea, bentar2 ganti judul kan asik.

 
On March 24, 2011 at 7:18 AM , wawank said...

Banyak ya penggemar putri yg tertukar..,
tp saya tidak!!

Kcuali ada sinetron, ditukar guling.! Mgkn sy nnton..!

 
On March 24, 2011 at 10:21 PM , Bibi Titi Teliti said...

hihihi...

Itu judulnya juga gak kalah norak deh...
gak ada element of surprise nya sama sekaliiii...
Putri yang ditukar udah pastiiii nyeritain...tukang ojeg yang nuggak bayar listrik bukan yak???

Aku mah gak pernah nonton sinetron...
eh...kecuali cinta cenat cenut ding...hihihi...

 
On March 25, 2011 at 12:01 AM , yuyuk said...

keblug : sudah pastih ini konspirasi besar-besaran! dan secepatnya harus dihentikan *mulai lebay* :))


mbak Irma : alhamdulillah kabar baik mbak :D iya mbak apalagi tatapan yang dishoot berulang-ulang dengan musik mencekam halaah :|

 
On March 25, 2011 at 12:02 AM , yuyuk said...

melly : eeh aku juga suka drama korea suka banget malah *TOSSS*

wawank : hehehe jangan sewot mas tenang kalem :))

 
On March 25, 2011 at 12:04 AM , yuyuk said...

mbak Erry : endak itu nyeritain tukang sayur yang amnesia bedain brokoli sama kembang kol halaah :))
jadi kapan mbak kita nonton bareng cinta cenat cenut whahihi

 
On March 25, 2011 at 4:13 AM , advertiyha said...

hahahaha...
aku kok malah ngakak baca postinganmu ini mbak Yuyuk.. :)
emang nyebelin bgt sih tuh sinetron yak.. :( gak ada habisnya, bener2 kuat tahan lama dah, tau deh minum obat apa, hehehe...
*ikut berdoa denganmu aja deh*

 
On March 27, 2011 at 7:27 PM , marsudiyanto said...

Hmmm...
Ternyata Si Putri juga jadi topik disini.
Makasih kunjungannya ke Blog saya Mbak.
Salam kenal juga

 
On March 28, 2011 at 12:31 AM , yuyuk said...

iyha : hihihihi ... itu nulisnya antara kesel sama geli kenapa coba ga habis-habis episodenya,emang nomernya ga disimpen apa sampe ketuker-tuker begitu eh :))

 
On March 28, 2011 at 12:32 AM , yuyuk said...

pak mars : iyaa ternyata ada yang kompakan nih :D