Saya lagi ngumpul sama sahabat-sahabat saya yang aneh-aneh. Kenapa saya bilang aneh? Entahlah, mungkin feeling mungkin juga pembelaan diri daripada saya dibilang aneh duluan, haha. Ketika saya bilang mereka aneh, memang benar justru mereka yang buru-buru menuding saya aneh.

Kata mereka saya aneh karena :
  1. Saya suka sekali nanya sama mas/mbak waitres “mbak kok beda sama gambarnya?” begitu pesanan saya  datang.
  2. Saya sering sekali memakai kaus kaki yang beda warna.
  3. Saya makan banyak tapi ga bisa gemuk.


Satu lagi, dengan gegap gempita sahabat saya menambahkan :
“kenapa status facebook lu seringan geje alias ga jelas daripada jelas, sehari agak beres duapuluh hari kebelakang makin sinting!” rutuknya.

Saya diam saja, senyam senyum sambil menyendoki koretan-koretan yang menyisa di dasar gelas es cincau. Kalau mereka lagi menginterogasi saya seperti majikan menginterogasi budak, mending didiemin dulu, baru setelah itu ajukan pledoi tapi biasanya sih ga ngaruh pada keputusan mereka, tetep saja maunya begitu ya jadinya begitu hahaha.
Jadi begini jawaban saya:
  1. Saya kan cuma nanya, kok ga sesuai dengan gambar, lha yang masang gambar kan restorannya, berarti udah siap ditanya dong kalau menu yang dipesan tidak sesuai dengan image yang ditawarkan, menurut saya ini semacam penipuan yang terselubung..halaah..ya bolehlah beda-beda tipis tapi kalau misalnya di gambar mangkoknya segede gaban terus aslinya yang datang cuma kayak mangkok kobokan, ya harus diselidiki, kemana sisanya.
  2. Saya sih ga pernah sengaja memakai kaus kaki beda warna, seingat saya baru beberapa kali kurang dari 15 kali bahkan. Itu lebih dikarenakan kaus kaki saya itu warnanya dasarnya sama, cuma beda gradasi saja. Warnanya cuma cokelat muda dan tua, warna lainnya hijau mencolok, dan ga pernah saya pakai lagi, itu kaos kaki sisa ospek waktu kuliah, yang kalau kena air bisa luntur.
  3. Kalau yang ketiga ini mungkin lebih karena mereka iri, maklum lah perawakan model, kutilang : kurus tinggi langsing –wajah mereka langsung beringas waktu saya ngomong begitu, sudah mau lempar piring dan gelas saja, untung saya ingatkan kalau terjadi apa-apa sama perabotnya musti bayar lho, dan akhirnya keadaaan kembali terkendali-.
  4. Dan yang terakhir, soal status facebook. Saya pikir mah, itu facebook, bukan diary book, jadi ya ngapain dibikin serius, ngapain saya musti ngumbar hidup saya dan segala kepenatan yang saya rasakan secara gamblang disitu, wong saya punya Tuhan, kalian dan keluarga saya untuk berkeluh kesah, untuk sekedar sharing dan mina pendapat. Sekali waktu boleh lah, tapi menurut saya jangan terlalu gamblang, dan sering, karena saya juga ga terlalu suka semua isi hidup saya diobral sedemikian rupa. Lagian nanti, kalau saya ga cerita-cerita lagi, kan sayang hobi kalian sebagai tempat sampah sampai tidak terasah.

Rasanya mending pulang duluan saja, daripada dilempar mangkok beneran.
“Bang, yang bayar yang dibelakang ya “
----threat closed---

Comments (2)

On June 3, 2010 at 6:55 PM , pipitta said...

oh ya! yang nomer tiga itu memang aneh sekali! aneh! aneh! aneh!

saya ga terima!!!

*mulai kalap*

kenapa saya yang cuma minum aja bisa jadi gemuk?? hayoooo...

huhuhuhuhu... *nangis di pojokan*

 
On June 3, 2010 at 8:24 PM , yuyuk said...

hahahahaghaha....bagi2 lemak dong...masa iya saya doang yang divonis cacingan

*nawarin lolipop sama pipita biar ga jadi nangis :P*