“Waaa…hujan!!!” saya berlari-lari kecil sambil menutupi kepala saya dengan map plastik yang tadi saya tenteng. Buru-buru saya buka pintu pagar, merogoh kunci dengan cekatan di tas saya dan membuka pintu depan rumah mungil saya. Belum lagi saya masuk, seorang pemuda kira-kira sepantar dengan saya, berjalan tergesa menggandeng seorang anak kecil.


“Mbak boleh numpang neduh ga? Di teras saja.”
"Oh..silahkan mas, sebentar saya ambilkan kursi ya..” sahut saya sambil berlalu kedalam. Ga biasanya saya mau nerima tamu yang ga saya kenal sama sekali, aah entahlah, mungkin hujan yang tiba-tiba mengguyur deras ini membuat semua hal berbalik di luar kebiasaan.

Dari dalam saya tanpa sengaja mengamati mereka, pintu sengaja saya buka, tetangga sebelah juga ramai, jadi sedikit banyak saya merasa aman. Saya membuatkan dua gelas minuman buat mereka, kasihan juga tadi sebelum hujan hawa panas sekali, mungkin mereka haus, begitu pikir saya.

“Terima kasih mbak, wah jadi ngrepotin “
“ndak pa-pa mas, santai saja.”
“mbak, saya mau minta tolong, titip adik saya sebentar, saya mau ambil gerobak saya “

Saya sedikit bingung“ oh iya boleh, silahkan” Cuma itu yang keluar dari mulut saya.

Tak berapa lama, pemuda itu muncul dengan gerobak barang bekas ditangannya, saya kaget, tidak menyangka, dia tidak seperti pemulung, pakaiannya bersih, pun anak kecil yang diajaknya.“mbak, ga pa-pa to saya taruh gerobaknya di sini” saya hanya kuasa mengangguk.
“Mas pemulung ya?” tanya saya hati-hati
“iya mbak” dia tersenyum “ saya mulung tiap sabtu dan minggu siang, buat cari tambahan penghasilan”
“ oohh”

“hari biasa saya kerja di koperasi di sebuah kantor mbak, senin sampe jumat, minggu pagi saya cari dagangan buat toko kelontong di rumah.”
“walaah ..mas ini multi profesi to rupanya, banyak kerjaan” kata saya sambil tersenyum.
Dia menunduk malu, “adik saya dua orang mbak, orangtua sudah lama ga ada. Saya yang harus bertanggung jawab ngurus mereka.”
Mak jleb!!!
Saya terdiam, dia bicara lagi
"Ini adik saya yang paling kecil, tadi sudah saya larang ikut, tapi dia ngeyel” anak kecil itu tersenyum sambil terus minum syrup dari gelas yang saya hidangkan.

Saya terus ngobrol sama mereka, dengan binar mata penuh kebanggaan dia menceritakan adiknya yang kuliah di salah satu sekolah tinggi negara dan mendapat beasiswa.

“Lalu mas sendiri? Ga pengen nerusin kuliah mas?”

Saya memberanikan diri untuk bertanya,
"Nanti mbak mugkin iya, tapi yang saya pentingkan kedua adik saya bisa memperoleh pendidikan dengan layak dulu, nanti kalau adik saya yang kedua sudah lulus katanya kan langsung kerja karena dia dapat ikatan dinas, dia bisa bantu-bantu saya nyekolahin si kecil.”

Dia mengusap dahi adiknya dengan penuh sayang, "Saya juga punya rencana, habis adik saya lulus, saya ga mulung lagi, saya sih ga malu tapi kan nanti dia kerja kantoran, takutnya dia yang malu mas nya kerja mulung di jalanan”katanya sambil terkekeh.

Hujan reda, mereka berlalu sambil membawa setumpuk koran bekas yang saya ambil dari dalam rumah.
Saya tiba-tiba merasa iri, iri terhadap binar mata bahagia yang tadi saya lihat, iri dengan kebanggaan tanpa rasa dengaki yang tadi saya rasakan, iri dengan rasa sayang yang membuatnya mampu berkorban.

Sekarang saya tahu, tak perlulah saya merasa menjadi yang paling pintar dan paling juara, tak perlulah saya merasa menjadi yang paling hebat dan paling segalanya, tak perlulah saya gembar-gemborkan semua prestasi yang telah saya raih, tak perlulah saya mengecilkan susah payah orang lain untuk mencapai apa yang dengan mudah saya capai.

Saya hanya ingin bermanfaat untuk orang lain, untuk orang-orang yang saya sayangi.


-The happiest people don't necessarily have the best of everything they just make the most of everything that comes along their way (Karen S.Magee)-

Nyambung ga ya quotenya,apalagi gambarnya, he he bodo aah, pokoknya lagi pengen yang Happy happy :D

Comments (2)

On June 8, 2010 at 6:01 AM , hanny said...

amin. hujan selalu bisa mengantarkan kejutan di depan rumah, ya ;) that's one of the reason why I love rain so much :D

 
On June 8, 2010 at 6:20 AM , yuyuk said...

:D..asal ga pake petir gede2 hehe, makasih sudah berkunjung