“Kidang...talung
duwe anak.... talung
mil ketemil .... mil ketemil
si kidang mangan lembayung”
Itu sebait lagu jaman saya dulu kecil, yang sering dinyanyikan mbah kakung kalau saya liburan ke desa.

Mbah kakung tinggal di wonogiri, sekitar tahun 90-an belum menikmati listrik, jadi jika malam tiba, mbak putri akan menyiapkan lampu teplok di tiap kamar dan lampu petromak di ruang depan.
Cahaya lampu petromak yang memantul di dinding itu, selalu ngangeni buat saya, karena mbah kakung akan mendongeng cerita-cerita binatang seraya nembang dan mengilustrasikan dengan gerakan tangan yang menyerupai sosok binatang yang diceritakan. Bayangan itu akan jatuh di dinding rumah, dan saya akan terkagum-kagum melihat bayangan yang bergerak dan membesar sesuai gerakan tangan mbah kakung, seperti nonton bioskop saja.
Kalau pagi tiba, latar (halaman) depan rumah sudah dipenuhi anak-anak desa yang berkumpul karena sekolah sedang libur, lalu berbagai macam permainan pun mulai dihelatkan (*eh kata-kata yang aneh :P). Dari jamuran, dengan tembang
“Jamuran jamuran jamure jamur opo?”
Anak-anak bergandengan tangan, berputar sambil menyanyi, tertawa riang walaupun dengan permainan yang sederhana.
Lelah jamuran, ganti bermain bentengan, gobag sodor, ataupun jelungan, yang lebih rame dan lebih menguras tenaga, siang hari biasanya kami pulang, makan siang, sholat duhur dan tidur siang. Nanti jika matahari sudah mulai menggelincir, dan lembayung langit mulai menandai datangnya senja, kami berkumpul lagi, sepulang dari surau mengulang permainan-permainan yang belum terselesaikan siang tadi. Di latar dengan bermandikan sinar rembulan.
Saya kangen dengan permainan – permainan saya waktu kecil. Seperti juga saya kangen sama mbah kakung dan mbah putri yang sudah tenang bersama – Nya.

gambar dari sini

Comments (2)

On June 13, 2010 at 2:33 PM , devieriana said...

Hai jeung, baca postingan ini jadi berasa kembali ke masa lalu.. lagu-lagunya itu lho :). Jaman sekarang mana ada lagu-lagu kaya gitu ya.. :(

 
On June 13, 2010 at 11:01 PM , yuyuk said...

ada mbak...di tukang odong-odong yang suka mangkal di depan rumah, lagunya lagu anak-anak semua :D...mbak aku suka tulisanmu ..beneran dweh