Terinspirasi dari sebuah film Message in a bottle, dan sebuah arah utara yang sangat disukai teman saya, jaman dahulu kala, yang sama sekali ga mirip kevin costner, suer…kalo ada yang bilang mirip itu fitnah, yang sangat keji.
Mari dimulai…
Cinta memang bukan secangkir kopi (ah ini juga minuman kesukaan temen saya itu tadi) diteruskan…
Cinta memang bukan secangkir kopi, tapi jika aromanya telah habis meruap, nikmatnya telah habis tersesap, tinggalah pait yang serupa ampas menyisa di dasar cangkir.

Pemuda itu tertegun, membaca sebuah pesan di handphonenya,
“Kita tidak mungkin bersama lagi, karirku semakin membutuhkan waktu dan perhatian yang sangat banyak, dan aku pun menikmatinya, dan kuharap begitu pun dirimu.

Sent by : Bunga Citra Pesona”
Pemuda itupun terduduk lesu, malam makin meninggi, dan pemuda itu pun mulai terlelap dalam rengkuhan sang gelap, lelah dan pasrah.
Perlahan, dia seperti terbangun mendapati sebuah panggilan dari seorang teman, di ujung sana, di jalan dekat sekali dengan gedung sekolah tua tempat mereka bermain bersama-sama dengan sebayanya.
“kesinilah, teman-teman menunggumu untuk berkumpul besama, sambil menikmati kopi yang kubawa tadi siang” kata gadis manis itu (seperti saya pastinya ;p) lantang.
Mereka berkumpul, melingkar, dan sang gadis itu mulai bercerita
“Aku ingin bercerita tentang sebuah bintang di utara”
“Kadangkala, mencintai seseorang itu seperti mendapatkan sebuah bintang, dia memberi cahaya, kemudian hidup kita akan terang benderang karenanya, bahkan ketika nyalanya mulai meredup, dengan susah payah dan segala upaya kita mencoba membuatnya terang kembali.
Tapi tahukah kalian, mengapa Tuhan menciptakan banyak bintang? Nanti suatu saat, jika hal yang itdak kita inginkan terjadi, jika bintang yang kita peluk tiba-tiba memudar dan lenyap, bahkan ketika kita sudah berusaha menjaganya dengan sepenuh hati dan jiwa, maka akan datang bintang yang lain, yang akan menunjukkan dengan koordinatnya jalan mana yang harus kita tempuh dan akan menerangi tempat kita berpijak.
Tuhan ingin kita belajar memahami sebuah “kehilangan”, karena memang dunia ini nir abadi, dan nanti pada waktunya kita akan mampu belajar arti dari kata “mendapatkan”.
Kehilangan memberi kita pelajaran untuk menghargai, kehilangan memberi kita kemampuan untuk mempertahankan.”
Begitulah, cerita sebuah bintang dari utara, jadi memang sebenarnya ga ada hubungannya dengan film message in a bottle, Cuma karena teman saya ini yang semena-mena ngaku mirip sama Kevin Cotsner.
*Ditulis untuk teman saya, karena saya tidak piawai ndagel untuk membuatnya terpingkal-pingkal di saat dia butuh selusin tawa.*
Hidup memang terkadang mengalahkan kita, tapi kita mempunyai pilihan untuk bangkit dan berdiri atau menyerah kalah (lagi-lagi quote ini bukan diambil dari film message in a bottle tapi KARATE KIDS !)
Selamat Berbahagia Semua :D

Comments (2)

On June 28, 2010 at 6:10 AM , quarto said...

sappyyy..kok aku bagian sing njelehi2?

 
On June 28, 2010 at 8:21 PM , yuyuk said...

wingi ngakune mirip kevin cotsner sekarang malah ngaku mirip sapy...hedeehhh ngaku-ngaku we kok kemaruk jyan

*mlipirr*