Kereta Api, saya mengenal alat transportasi ini sejak saya berumur 5 tahun, saya masih ingat setiap kali saya berkunjung ke tempat nenek, kami melewati perempatan stasiun balapan arah ke pasar legi di kota solo.
Hingga saya dewasa, Kereta Api menjadi alat transportasi favorit saya jika ingin bepergian, termasuk ketika saya harus mudik solo -jakarta, jakarta - solo. Kereta Api dalam benak saya merupakan kendaraan yang paling aman, paling nyaman dan paling saya percaya untuk mengantar saya ke tempat tujuan.
Makin ke sini, dunia per "kereta api" an mulai samar, disamping kecelakaan-kecelakaan yang kerap terjadi, harga tiket yang semakin melambung tinggi sampai terkadang membuat jidat berkerut dan kantong mengkerut, juga pelayanan yang tidak kunjung mengalami peningkatan.
Angkutan massal ini memang banyak menjadi pilihan bagi sebagian rakyat indonesia, untuk kelas ekonomi maupun bisnis, jika menjelang libur panjang pun akan menjadi angkutan yang benar-benar tidak manusiawi, seperti mengangkut barang saja...ah miris saya :(

Dan kecelakaan yang terjadi, yang saat ini masih dalam masa penyelidikan oleh Tim KNKT dan entah kapan akan selesai serta apa solusi yang dihasilkan, saya dan ribuan orang disana mungkin masih akan menunggu, menunggu solusi nyata dari penanggulangan-penanggulangan musibah tersebut.

Tadi sewaktu ada berita siang di salah satu stasiun Televisi, saya menyimak bahwa masinis telah ditetapkan sebagai tersangka, ya namanya profesi pasti mempunyai resiko, dan ketika dia lalai, saya tak bisa menyalahkan akan ada sanksi yang menyertai. Dalam kajian lebih lanjut, penyiar membeberkan betapa kompleksnya sebuah kecelakaan jika ditilik dari latar belakang yang ada, adanya human error karena karyawan kebanyakan ngobyek di luar sehingga lelah dan tidak konsentrasi bekerja, hal itu didasari oleh kesejahteraan yang kurang layak. Kurangnya anggaran dari PT. KAI sendiri, dalam hal pelatihan berkala kepada tenaga teknis yang dimiliki, seperti layaknya pilot yang mendapat pelatihan setiap 6 bulan sekali.

Aahhh, saya memang terlalu awam, untuk mengkaitkan semua ini menjadi satu rangkaian yang membentuk satu simpul yang solutif bagi semua pihak, hanya saja, harapan saya sebagai pengguna setia kereta api, semoga semoga saja, kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut, semoga saja pemerintah memberi perhatian yang seharusnya didapatkan oleh angkutan massal yang menjadi harapan banyak rakyat indonesia. Yaa..semoga...

gambar nyolek dari sini

Comments (3)

On October 9, 2010 at 9:24 AM , tongki said...

kereta api ini ya sebenernya sudah ada perubahan ke arah yang lebih baik... sekarrang ada peremajaan berkala, petugas kebersihannya, dan kalau di kelas ekonomi sekarang airnya sudah nyala :D
tapi ya.. kurangnya juga masih banyak :)

 
On October 12, 2010 at 8:49 PM , pipit said...

kemaren ini saya baca berita tentang masinis yang ditahan gara-gara kasus Bintaro... dia dipecat, ga dapat tunjangan, dll.. tapi dia tetap bertahan dengan kesaksiannya bahwa dia menjalankan kereta sesuai sinyal yang diberikan *sigh*

saya kasihan pada korban tragedi bintaro, tapi saya juga kasihan pada para masinis yang langsung dijadikan tumbal.. sementara para atasannya bisa cuci tangan.. :(

 
On October 15, 2010 at 8:11 PM , yuyuk said...

@ tongki : iya mas, saya juga melihat ada sedikit peningkatan dan semoga segera berjalan ke arah yang lebih baik dan baik :D

@pipit : begitulah...:( terkadang bikin miris