Damar anakku lanang,
Sembilan bulan penuh perjuangan namun juga penuh kenikmatan ketika ibu dan kamu berada dalam satu nafas. Selain ibu harus memberi perhatian kepada diri ibu lebih dari biasanya karena ada kamu yang menjadi sebabnya, Bapak juga memberi perhatian yang ga kalah hebat sama ibu.
Lalu kamu lahir, sepuluh hari pertama Bapak, Ibu dan Nenek masih bingung memberi nama, dari hari ke hari kami memanggilmu Thole, ndak lebih ndak kurang,  Thole yang lazim digunakan masyarakat Jawa untuk memanggil anak laki-lakinya.

Hari ke 20, berbarengan dengan disembelihnya dua kambing aqiqah yang telah dipersiapkan Bapak mu jauh-jauh hari, akhirnya kami memberikan nama kepadamu

Damar

pendek saja, hanya satu kata, Bapakmu bilang, ingatannya sudah payah, nanti kalau panjang-panjang malah ga bisa mengingat dengan sempurna.

Damar, begitulah kami memanggilmu sekarang, yang artinya adalah penerang, dan semoga kamu bisa selalu menjadi penerang bagi semua orang, dimanapun kamu berada.

Damar, Bapakmu bilang, dulu, di hutan dia pernah menemukan sebuah pohon yang orang menyebutnya sebagai pohon damar, pohon yang memberi banyak manfaat kepada umat manusia, dari kayu hingga getahnya.

Damar, jangan pernah terbebani dengan harapan-harapan Ibu dan Bapak kepadamu, jalani hidup ini dengan apa adanya, walaupun itu bukan berarti bahwa kamu bisa bertingkah seenaknya, karena setiap yang bernafas memiliki tanggung jawab atas jalan yang dipilihnya.

Damar, harapan-harapan itu akan selalu terucap menjadi doa dari Ibu dan Bapak, selalu anakku lanang.

Jadi Damar, jangan pernah tanya-tanya lagi, kenapa kamu diberi nama Damar, kenapa bukan Meranti, atau Mahoni, bahkan Trembesi, memangnya orantuamu ini pengelola kebun raya bogor????!!!

Sana pergilah ngguyang kebo di dangau, ga usah riwil lagi dengan pertanyaan itu-itu lagi, ibu mau meneruskan memilah benih.

*Begitulah ... Damar dan ibunya :D *
 
#ngguyang kebo : memandikan kerbau -red
#gambar nyolek dari sini

Comments (5)

On October 23, 2010 at 9:45 AM , Bibi Titi Teliti said...

Bagus juga ya...namanya Damar...

Tapi susah juga kali minta anak untuk tidak mempertanyakan namanya...

Kayla dulu gak terima dikasih nama Kayla, dan maksa minta ganti nama. Baru mau nengok kalo di panggil namanya "Dita Putri"

 
On October 24, 2010 at 6:11 PM , santi said...

nama panjangnya: damar nan tak kunjung padam!
bener ga sih, mba? hihi :))

 
On October 24, 2010 at 10:50 PM , Indira Puteri said...

untung ndak 'Beringin' atau 'Flamboyan' :P

 
On November 8, 2010 at 2:08 AM , yuyuk said...

bibi titi teliti : bwhahaha lucu juga mbak anaknya :D plek sama kaya ibuny ;p

santi : iya asal ga ditiup ga padam :))

Indira : hihihi ;))

 
On November 23, 2010 at 9:29 PM , bernadusnana said...

Andreas Damar Bagus... nama keponakan saya hehehhe